Pemasaran jajanan ini lebih modern. Abang-abang dan kakak-kakak yang membuat telur gulung berpenampilan menarik. Mereka mengenakan baju kaos seragam, bermasker, dan celemek. Seperti koki, bintang 5. Mereka menggoreng dengan wajah gembira. Saat saya mengambil foto, satu di antara mereka malah menyadarinya.
“1, 2, 3 cisss”, begitu katanya.
Seperti gerobak Franchise umumnya, tampilan gerobak didesain sangat chic. Warnanya hitam dan kuning. Logonya anak ayam berwajah “cool”, dan mengenakan topi koboy. Selain telur gulung, tersedia juga sosis dan kentang goreng.
Walaupun berpenampilan mewah, harga telur gulung ternyata tetap bersahabat, yakni Rp1.000. Saya sempat bertanya dengan dua anak remaja yang membeli. Mereka mengaku memang menyukai jajanan ini.
Sosis dan kentang goreng, satu porsinya Rp10.000. Jika menginginkan semua jajanan ini, tersedia paket mix: 5 tusuk telur gulung, 1 porsi kentang, dan 6 potong sosis. Dan, untuk kentang ada dua pilihan rasa yakni BBQ dan Balado.
#jajanankidzjamanold merupakan tagar yang tertulis di kain rentang yang menunjukan identitas jajanan ini. Ya, kalau lihat telur gulung, pasti sebagian besar dari kita mengingat jajanan sewaktu zaman sekolah. Ayo, yang mau bernostalgia, bisa ke Telur Gulung Pontianak, Jalan Antasari, No. 1 Pontianak.
