Saya dan kawan-kawan sering titip motor di ujung jalan Purnama-Sumatera atau dekat Jalan Karya, yang agak lebih tinggi –sudah lebih dahulu ditinggikan. Selebihnya kami jalan kaki dengan celana panjang disinsing atau malah dibuka.
Hanya, di samping jalan yang sudah ditinggikan, tanah di sampingnya sebagian tetap rendah. Bagian ini pada musim ini menjadi seperti kolam.
Sebagian rumah warga pun terendam. Mereka jadi langganan air di musim hujan. Kekecualiannya, jalan yang memiliki parit besar dan bersih.
Tapi, mau dapat parit besar dan bersih di kota ini… terbatas. (*)
