Begitu juga ketika kita melewati kuburan, kita mendoakan, baca Al-Fatihah, surat al- Ikhlas, surat al-Falaq dan surat an-Nas untuk penghuni kuburan itu, maka nanti ketika kita sudah meninggal dunia, maka orang-orang yang melewati kuburan kita, juga digerakkan dan dimudahkan hatinya oleh Allah untuk mendoakan dan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an untuk kita.
Keistimewaan doa dan shalat jenazah akan menerangi gelapnya kuburan. Rasulullah SAW. bersabda: ‘Sesungguhnya kuburan ini terasa gelap gulita bagi para penghuninya. Kemudian Allah meneranginya dengan shalat jenazah yang aku laksanakan untuk mereka. (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).
Banyaknya korban meninggal dunia dalam musibah Tsunami dan gempa bumi di Palu dan Donggala ini sehingga dikuburkan secara massal bahkan boleh jadi masih banyak lagi yang belum ditemukan, bagi kita yang berada jauh dari mereka boleh mendoakan dan melaksanakan shalat gaib untuk mereka.
Ketika Rasulullah SAW mendengar informasi bahwa Raja Najasyi di Habasyah meninggal dunia, Beliau memerintahkan kepada para sahabatnya agar melaksanakan shalat gaib untuk jenazah raja Najasyi. Beliau shalat gaib secara berjamaah. (HR. Bukhari dari Jabir).
