Betapa banyak manusia yang sadar dan lulus dari ujian setelah ditimpa musibah, mereka sadar dan tumbuh berkembang menjadi pribadi dan komunitas yang berkualitas mulia dan terpuji.
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan penyadaran serta hikmah di balik peristiwa musibah ini. Ujian musibah ini akan membukakan mata hati dan pikiran kita bahwa hakekatnya manusia tidak punya kuasa apa-apa, makanya tidak boleh sombong dan angkuh, hanya Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Peristiwa seperti ini adalah takdir Allah, yakni Takdir Mubram, dimana manusia hanya bisa menerima dan meyakini kebenarannya, tidak bisa mencegah dan menolaknya. Sampai saat ini belum ada alat teknologi secanggih apa pun yang bisa mendeteksi dan mengetahui kapan terjadinya gempa bumi, tsunami dan likuifaksi.
Ada juga ujian-ujian musibah lainnya sebagai takdir Allah di mana manusia bisa berusaha berikhtiar untuk mencegah dan menolaknya, misalnya penyakit, bisa dicari penyebabnya lalu diantisipasi dan dihindari, dicarikan obatnya atau berobat kepada ahlinya. Begitu juga ujian kecelakaan lalu lintas, kebakaran, kegagalan meraih harapan dan cita-cita, dan lain sebagainya.
Takdir seperti ini bisa diusahakan untuk dirubah dan dicegah dengan ikhtiar maksimal sesuai dengan masalah yang menimpa manusia itu sendiri.
Ada anak sekolah yang dapat nilai rendah atau rapor merah. Orang tuanya tidak layak mengatakan, sabar ya nak! itu sudah takdir nak!
Sikap seperti ini tidak atau kurang mendidik, ini harus diberi motivasi agar lebih rajin dan tekun belajar serta berdoa agar nilainya berubah menjadi lebih baik.
