Sampai usia yang sangat tua, dia selalu ingin sekedar berkunjung ke Indonesia dan inilah yang membuktikan dirinya sebagai istri terhormat dan intelektual yang tinggi, yang selalu memiliki kesabaran pada temperamen Asia suaminya, Ia dihargai dengan patung di taman istana sultan.

Pada bulan April 2010 anaknya Pangeran Syarif Max Yusuf Alkadrie (Max Nico, red) pergi ke Pontianak setelah 32 tahun, untuk bertemu dengan keluarganya membicarakan masalah keluarga dan juga untuk memenuhi undangan sejarawan Indonesia Mr Mahendra Petrus dari Jakarta, yang sedang melakukan penelitian untuk menunjukkan kebenaran dan menepis tuduhan, bahwa Sultan Hamid II telah mengkhianati revolusi Indonesia adalah tidak benar.

Terlahir sebagai Dina (Didi) van Delden di Surabaya, Ia telah menemukan kedamaian sekarang. Jika orang lain sekarang akhirnya bekerja untuk membersihkan nama suaminya, adalah hal yang sangat menggembirakanya dan begitu disukainya.

Dina Didi Van Delden menutup mata dengan sangat damai pada 19 Juni 2010. Ratu berkebangsaan Belanda dari Pontianak ini meninggal di kota leluhur sebelah ayahnya, Den Haag, Negeri Belanda.

Dia adalah salah satu wanita Belanda yang bertemu dengan Pangeran Muda Indonesia dan menikah dengannya, sehingga kemudian menjadi ratu dalam sebuah monarki Indonesia. Bukan hanya karena status suaminya, tetapi juga karena karakternya, dia mungkin salah satu ratu paling terkenal berkebangsaan Belanda di Indonesia.

Semoga Beliau beristirahat dalam damai dan kita semua akan selalu mengingatnya. Takkan pernah dilupakan bahwa ada seorang wanita Belanda berhati mulia, yang pernah menjadi bagian dari Kesultanan Kadriah.