Opini

Kesaksian Tokoh Adat Dayak Taman terhadap Sultan Hamid: Pandai Bergaul-Memberikan Beasiswa

Kesaksian Tokoh Adat Dayak Taman terhadap Sultan Hamid: Pandai Bergaul-Memberikan Beasiswa
Baroamas Djabang Balunus Massuka Djanting (kiri) bersama Sekretaris Pribadi Sultan Hamid, Max Jusuf Alkadrie (kanan).

Oleh: Nur Iskandar

Pada tahun 2014 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menganugerahinya award Tokoh Kebudayaan. Saya salah satu dewan juri yang diketuai oleh Dr Aswandi yang saat itu Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Di dalam tim juri yang ditanda-tangani Gubernur Drs Cornelis, MH itu ada jurnalis senior yang juga budayawan HA Halim Ramli, tokoh Dayak sekaligus tokoh pendidikan Dr Clarry Sada, tokoh adat Drs Yakobus Kumis, dan beberapa lagi yang lainnya. Saya anggota tim yang termuda.

Saya menghimpun bahan tentang Baroamas Djabang Balunus Massuka Djanting yang sudah saya kenal sejak menjadi reporter kampus Mimbar Universitas Tanjungpura kurun waktu 1992-1997. Dia orang yang menyenangkan jika diwawancarai atau diajak bercerita. Aksentuasinya full spirit. Kadang meledak-meledak saking semangatnya.