Abah Saleh Umar al Haddar seorang cucu Habieb besar di Halmahera. Beliau meminta Abah menjadi editor dan pembuat kata pengantarnya. Dian perkirakan bukunya akan menjadi acuan bagi peneliti di Indonesia dan dunia karena ini berbicara tentang perjuangan ulama dari Aceh hingga ujung Indonesia Timur.
Dian akan minta Abah membuat kata pengantar yang menggali juga peranan Sultan Hamid II sebagai seorang pelobi internasional bagi kemerdekaan Indonesia. In Shaa Allah.
Seperti dalam kata pengantar buku Muhammad Thamrin karya Ummi Yasmine, Abah telah menggali banyak SH II di buku itu. Alhamdulillah.
Buku itu sangat diminati saat dibedah oleh Pemda DKI Jakarta, sukses untuk ukuran sebuah buku karya seorang guru besar senior dari UI.
Buku Abah Saleh pun In Shaa Allah akan dibedah di UI Jakarta, Unsrin Palembang, Untan Pontianak, Unhas Makassar. Gubernur Sumbar minta bedah buku ulama ini di Padang. Gubernur Gorontalo sudah mendukung untuk kegiatan sosialisasi di Gorontalo, juga Maluku, Palu dan Papua Barat. Jika kata pengantarnya membahas SH II akan menjadi sangat baik untuk ikut membumikan SH II sebagai Pahlawan Nasional. Aamiin. In Shaa Allah.
* Penulis adalah peneliti sejarah, alumni Fisip Untan, putri Prof Dr Syarif Ibrahim Alkadrie, M.Sc
