Saat qomat dilantunkan sholat dipimpin Ustadz Adiya. Ustadz Lukman? Makmum. Beliau mendorong yang muda muda tampil ke depan. Sebuah teladan kehidupan nyata di mana banyak guru selalu ingin tampil di depan.

Usai sholat selesai? Belum. Ada giat one day one juz. Caranya? Setiap usai sholat kita membaca dua lembar quran. 5×2 = 10 lembar. Persis 1 juz.

IMG 20210225 WA0008

Ada 100an anak muda membaca tartil berjamaah sehingga menggema dan terasa mesjid kapal bergoyang goyang sesuai irama tajwid. Air mata mengucur bagaikan hujan menerpa palka. Bacaan terus melaju mendayu deru. Tembus qalbu.

“Tak mudah mengumpulkan anak muda segini banyaknya setiap hari!” Bunyi kalimat Sumar.
Pak Long Ditektur Lapangan BangKambing biak Sambas juak memberikan jawaban panjang lebar. Pak Long Zulkarnain Aweng menjadi tour guide kami selanjutnya.

Aweng menjelaskan bahwa 100an anak muda itu adalah Santri Pemegang Amanah atau SPA. Mereka datang dari berbagai wilayah Kalbar dan Indonesia. Mereka membentuk diri dalam keimanan dan keilmuan serta kemasyarakatan.

IMG 20210225 WA0007

Di atas SPA ada direktur program sosial, ekonomi dan pendidikan. Di atas para direktur ada imam santri yakni empat orang. Mereka adalah KH Lukmanul Hakim, HM Nur Hasan, KH Een dan KH Beni Sulastyo.

Struktur tugas dan fungsi dijelaskan oleh Direktur Baitul Munzalan Indonesia Imam Muttaqien. Ia hijrah dari bank konvensional kepada syariah BMI. Di bawahnya ada 240 SPA.

Sumar takjub. Ia ingin Munzalan mewujud di Sambas. Ia berdecak kagum menjalani Tower Munzalan dan foto di depan fasilitas wakaf mobil mewah Alphard dan Ducati. *