Saat Om BKH maju sebagai calon gubernur, ia mundur dari DPR. Saya kemudian ditunjuk pak SBY jadi pimpinan Komisi 3. Saya tak pernah menyangka akan mendapat tugas itu. Senior dan jagoan di Komisi 3 nih banyak. Komisi 3 adalah Komisi yang selalu jadi sorotan media nasional. Isu hukum, HAM dan perundang-undangan, tak pernah tak jadi kontroversi di Indonesia. Konon kabarnya, masuk di Komisi 3 juga tak sembarang orang. Perdebatannya keras sekali.
Saat jadi wakil Ketua Komisi 3, saya menjadi perempuan pertama dalam sejarah DPR RI yang pernah menjadi pimpinan Komisi Hukum. Saya menambah satu orang perempuan di jajaran pimpinan komisi. Sebelumnya senior saya dari Golkar yakni mbak Hetifah udah jadi pimpinan Komisi Pendidikan, Ninik H dari PKB jadi pimpinan Komisi Pemerintahan. Masa 2014 – 2019, hanya 3 saja perempuan yang jadi pimpinan komisi/badan.
Sebagai mantan pimpinan komisi, saya sangat faham apa yang dialami oleh Rieke. Komisi 3 masa saya jadi pimpinan juga tak henti didemo berulang kali. Tapi saya yakin, Rieke politisi tangguh. Rieke lah yang berulang kali memperjuangkan Baiq Nuril untuk bebas, ia bahkan mengawal Baiq ke komisi 3, saat kami menyetujui usulan amnesti presiden.
Bagi politisi tangguh seperti Rieke sih, biasanya santai santai saja kehilangan jabatan.
Dalam politik, konon kita bisa “mati” berkali-kali. Tapi juga bisa “hidup” berkali-kali juga.
Saya yakin, Rieke juga begitu. Cuma saya menyayangkan, berkurangnya jumlah perempuan yang jadi pimpinan di DPR.
Tabik,
Erma Ranik
