Ahok sering kali mengambil keputusan yang tidak populis untuk jangka pendek, tetapi sebenarnya sangat berguna untuk jangka panjang Jakarta. Dia menjadi bahan celaan dan musuh bersama pada komunitas terbatas, tetapi, pada komunitas yang luas yang bersangkutan dipuji dan diidamkan.
Kota Pontianak boleh bangga memiliki Sutarmidji sebagai walikota Pontianak. Meskipun dia tidak populer seperti Ahok, dan juga bukan diposisikan seperti Ahok, kepemimpinannya layak mendapatkan pujian. Keberaniannya mengambil sikap tidak populis bagi sebagian orang –misalnya dalam soal penegakan hukum dalam tindak pidana ringan, sesungguhnya sangat dibutuhkan kota Pontianak untuk membangun kultur patuh hukum. Ketegasannya dalam pembebasan lahan untuk pelebaran jalan kota telah membuahkan hasil yang monumental.
Kita berharap semoga kita selalu diberikan pemimpin yang kuat dan baik; pada hari ini dan di masa-masa yang akan datang. (*)
