Perjalanan Pesta Buku Brunei (3)
Pukul 8 waktu Brunei kami sudah selesai sarapan dan bersiap menuju lokasi pesta buku. Driver KBRI, Deni sudah siap mengantar kami ke indoor stadion Sukan Hassanal Bolkiah.
Tak sampai 5 menit dari sejak kami meninggalkan Anggrek Servised Apartement tempat tinggal, kami sudah tiba di halaman depan stadion. Memang jarak kediaman kami dengan lokasi kegiatan tak terlalu jauh. Berjalan kakipun hanya ditempuh 10-15 menit.
Deni menurunkan kami tak jauh dari pintu masuk stadion yang saat bersamaan dipenuhi oleh siswa-siswi SD. Kami pun harus antre masuk stadion ini.
Sesampai di stand milik Indonesia, tepatnya kav. 27 kami secara bersama-sama merapikan buku yang hendak dipamerkan. Beberapa siswa SD melihat-lihat penampilan luar stand Indonesia.
“Hi boys, please come in…”
Dengan malu-malu mereka menjauh dan seorang anak menjawab. “No, thanks…” Mereka tersenyum malu sambil berlari kecil menjauh.
Tak lama sepasang suami istri berusia cukup senja sekira 70-an datang menengok kami dari luar stand. Saya undang masuk dan berbincang.
Obrolan tanpa terasa berkembang tak hanya soal buku, tapi soal beberapa kesamaan makanan seperti durian dan tempoyak. Yah ternyata mereka juga suka tempoyak. Persamaan warga Borneo.
Tak lama berselang kami kedatangan lagi dua orangtua. “Adakah buku-buku sastra?”
