Community

Siang Hari Yang Panas

Siang Hari Yang Panas

Oleh: Yanti Mirdayanti

Suatu hari. Saat udara panas sekali. Sebelum turun hujan pada sore harinya. Berpiknik di taman dekat rumah, sambil ngopi-ngopi, makan kue, dan baca-baca buku. Sesekali bernyanyi, diantaranya lagu dari Frank Sinatra “Fly Me To The Moon”.

Tak lama kemudian, sedang enak-enaknya berpiknik, kudengar ada perempuan muda Jerman menangis sesegukan sambil berbicara di telepon genggamnya. Aku pun berhenti berpiknik gembiraku. Posisi si perempuan tak begitu jauh dari tempatku.

Karena dia menangis terus sambil duduk di atas bangku taman, maka perempuan muda itu kudekati dan kuberikan sebungkus tisu yang kebetulan ada di tasku.

Sebelumnya sudah banyak orang berlalu lalang di depannya, tetapi tak ada satu pun yang berhenti dan menyapa sang perempuan yang tengah segukan sambil menelpon itu. Mungkin mereka yang lalu lalang itu tak ingin terlalu ikut campur tangan. Orang-orang Jerman sangat menghargai ranah privasi orang.

Namun, aku orang Asia. Selalu tak tega jika membiarkan orang bersedih hati, apalagi sambil menangis berlama-lama di tempat terbuka. Maka kusapa wanita yang tengah dilanda rasa gundah merana itu.