Community

Kesan di Balik Penulisan Buku “Mengukir Kisah di Desa Sengkubang”

Kesan di Balik Penulisan Buku “Mengukir Kisah di Desa Sengkubang”

Oleh: Nurul Istiqomah

Setelah sekian lama hanya bisa membaca hasil karya dari para penulis terkenal, akhirnya saya membuat buku. Meski hasil tulisan saya masih sangat sederhana, tetapi saya merasa sangat bersyukur karena bisa mengetahui bagaimana rasanya menciptakan sebuah buku. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa saya saat ini bisa membuat sebuah buku. Dulu saya selalu bertanya-tanya bagaimana membuat tulisan yang baik. Setiap saya menanyakan hal itu, jawabannya selalu sama. Tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai. Sebagus apapun tulisan, jika tidak diselesaikan tentu tidak akan menjadi sebuah karya. Melalui program Rumah Literasi di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Pontianak, saya mendapatkan bimbingan sehingga bisa menghasilkan sebuah buku.

Di awal proses penulisan, saya merasa kesulitan untuk mengembangkan ide. Rasanya kosa kata yang saya miliki sangat sedikit sehingga sulit sekali untuk menuangkan ide-ide tersebut ke dalam sebuah tulisan. Saya berpikir bagaimana mungkin bisa menulis sebanyak 15.000 kata sedangkan untuk menulis sebanyak 2.000 kata saja sudah menghabiskan waktu berhari-hari. Tetapi setelah saya mencoba untuk fokus dan membiasakan diri dalam menulis, saya baru menyadari bahwa menulis tidak sesulit yang dibayangkan sebelumnya. Bahkan saya berhasil menulis sebanyak 17.000 kata.