Oleh: Saripaini
Enam tujuh hari terakhir, banyak orang yang melewati rumahku dengan membawa penagken atau bakul berukuran tak terlalu besar terpasang di pinggang, digunakan untuk menampung padi saat mengetam (mengetam adalah istilah yang dikenal masyarakat dalam proses pemanenan padi). Mereka juga memakai palo atau tudung kepala biasanya terbuat daun nipah dan anyaman bambu. Yes, mereka adalah para petani yang hendak pergi ke ladang.
Padi-padi mulai menguning dan tertunduk menandakan siap untuk dieksekusi. Sebagian petani mulai menuai hasil. Sebagian, karena padi tak menguning serempak, jelas saja tidak, karena proses menanam padi tidak dilakukan pada hari yang sama, ada jarak di sana tapi tak terlalu lama.
Panen padi baru dimulai. Ada pantangan yang harus ditaati oleh para petani yang telah memulai memanen di awal musim ngetam, yakni tidak boleh mengetam di saat hujan, Ini dikarenakan ada hama yang dikenal masyarakat dengan nama ampangau akan turun menyerang padi para petani lainnya. Jika hama ini menyerang, maka, padi-padi yang belum masak terancam gagal panen, sebab padi-padi tidak berisi alias kosong.
