Community

Sultan Hamid II di mata Musisi Tanah Air

Sultan Hamid II di mata Musisi Tanah Air
Tim musisi di sela latihan pada Studio Fresh-Kota Baru-Pontianak-Kalimantan Barat, Jumat, 24/7/20 malam.

Oleh: Arif Syarifudin

Bagi generasi millenial secara lingkup Nasional, sosok Sultan Hamid II (SHII) masih sedikit yang mengetahui sepak terjang Beliau dalam proses perjuangan Bangsa Indonesia periode tahun 1945 sampai 1950.

Minimnya literatur kiprah SHII dalam buku pendidikan sejarah Indonesia pun diakui oleh Sumardiansyah Perdana Kusuma atau akrab dipanggil Rian selaku Presiden dari Asosiasi Guru Sejarah Indonesia. “Bahwa masih kurang diulas sumbangsih Sultan Hamid II dalam proses perjuangan Bangsa Indonesia periode tahun 45 sampai 50-an dalam buku pengayaan sejarah bagi kalangan anak Sekolah”, ujarnya saat ditemui sela waktunya di Jakarta. Hal tersebut menjadi salah satu faktor kurang tahuan generasi millenial terhadap sosok SHII.

Namun berbeda dengan sosok anak muda asal Kalimantan Barat sekaligus musisi Nasional yakni Ifan vocalis dari band Govinda,dia bercerita bahwa sosok SHII selaku perancang lambang negara Indonesia adalah tokoh negara yang patut diberikan gelar Pahlawan. “Bagi saya sosok Sultan Hamid adalah Pahlawan karena kiprahnya dalam penciptaan lambang Garuda Pancasila”, ungkapnya dengan semangat.