Oleh: Ambaryani
Innalillahiwainnailaihirojiun… Malam ini di sela kuliah daring, saya mendapat kabar duka dari group. Suami teman yang sudah sebulan lalu dirawat di RS. Soedarso akibat covid akhirnya sampai pada janjinya. Allah memanggilnya. Kabar duka yang datang semakin dekat.
Dulu hanya membaca lewat medsos, melihat tayangan di televisi, kini kabarnya sudah semakin dekat. Beberapa teman dinyatakan positif. Dirawat, ada yang sehat kembali ada yang sampai pada ajalnya.
Allah benar-benar sedang menguji kesabaran dalam menghadpi pandemi ini. Dengan kondisi pandemi, ruang gerak rasanya terbatas. Silaturahim dengan orang terdekatpun menjadi berjarak. Berbagai aktivitas dialihkan menjadi virtual (daring).
Sekolah daring, kuliah daring, seminar daring, sosialisasi, rapat, upacara daring. Untung saja makan tidak daring. Hehehehe…
Dengan sederet aktivitas daring orang dewasa, ditambah lagi deretan aktivitas daring anak-anak yang sama padat jadwalnya tentu meningkatkan potensi stres. Silahkan buat survey jika ingin membuktikan soal ini.
