in

Covid Oh Covid

Pemeriksaan kesehatan. Protokol Covid 19 berlaku ekstra ketat. Foto Nuris
Pemeriksaan kesehatan. Protokol Covid-19 berlaku ekstra ketat. Foto Nuris


Oleh: Ambaryani

Innalillahiwainnailaihirojiun… Malam ini di sela kuliah daring, saya mendapat kabar duka dari group. Suami teman yang sudah sebulan lalu dirawat di RS. Soedarso akibat covid akhirnya sampai pada janjinya. Allah memanggilnya. Kabar duka yang datang semakin dekat.

Dulu hanya membaca lewat medsos, melihat tayangan di televisi, kini kabarnya sudah semakin dekat. Beberapa teman dinyatakan positif. Dirawat, ada yang sehat kembali ada yang sampai pada ajalnya.

Allah benar-benar sedang menguji kesabaran dalam menghadpi pandemi ini. Dengan kondisi pandemi, ruang gerak rasanya terbatas. Silaturahim dengan orang terdekatpun menjadi berjarak. Berbagai aktivitas dialihkan menjadi virtual (daring).

Sekolah daring, kuliah daring, seminar daring, sosialisasi, rapat, upacara daring. Untung saja makan tidak daring. Hehehehe…

Dengan sederet aktivitas daring orang dewasa, ditambah lagi deretan aktivitas daring anak-anak yang sama padat jadwalnya tentu meningkatkan potensi stres. Silahkan buat survey jika ingin membuktikan soal ini.

Bagaimana tidak, anak-anak tidak mungkin dilepaskan begitu saja dalam aktivitas onlinennya. Bisa gonjang-ganjing dunia persekolahan. Tugas tak diselesaikan, tapi daring jalan terus. sementara orang tua masing-masing aktivitas daring juga. Harus berbagi porsi pikiran dalam 1 waktu, ini benar-benar menguras pikiran dan tenaga.
Padahal katanya harus menghindari stres agar imun tetap terjaga dan bisa menangkal covid. Jangan-jangan banyak orang yang kemudian imunnya turun karena banyak hal yang tak normal di masa pandemi.

Baca Juga:  Herd Immunity Covid 19

Covid, segeralah pergi agar kami bisa benar-benar normal kembali.

Covid oh covid, segeralah enyah dari bumi ini agar anak-anak kami bisa kembali ke sekolah. Covid sudah cukup engkau lengangkan bumi ini, sudah banyak yang ‘berpulang’ sejak bumi ini seakan tak sesehat dulu lagi. Sudah banyak anak yang kehilangan orang tuanya. Sudah banyak orang tua yang kehilangan anaknya. Sudah banyak istri yang harus merelakan suaminya. Sudah banyak suami yang kehilangan belahan jiwanya. Sudah banyak air mata yang tumpah. Semoga Allah segerakan semua ini agar semuanya kembali normal dan mengambil banyak pelajaran dan hikmah dari pandemi sejak munculnya di negeri nun jauh di sana. Semoga, semoga, amin…

Written by Ambaryani

Ambaryani, Pegawai Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya. Lulusan Program Studi Komunikasi STAIN Pontianak. Buku berjudul; 1. Pesona Kubu Raya 2. Kubu 360 adalah buku yang ditulisnya selama menjadi ASN Kabupaten Kubu Raya

IMG 20201106 WA0007

Menyapu Sungai Raja

desa batu ampar

Desa Batu Ampar: Kampung Unik, Kayu Menjadi Arang