Oleh : Khatijah
“Yang seru tuh lari dikejar anjing,” ujar Tuti, ketika kami merencanakan untuk joging ke taman Digulis. Aku terkejut mendengarnya karena seumur-umur belum pernah merasakan bagaimana dikejar hewan yang memang menyeramkan.
“Pernah Ti?”
“Iye pernah”.
“Saye belom pernah yee, seram tuh. Ade gak sepupu saye, tadak bah die lari di pasar tuh tibe-tibe yak anjing gigit pantat ee. Seramkan?”
Kami tertawa membayangkannya. Hal yang tak pernah kualami jika aku menyebutnya maka akan terjadi, yah hari ini baru kemarin rasanya kau bilang tidak pernah dikejar anjing.
Sore ini aku berniat jika selesai mengerjakan tugas aku boleh joging keliling komplek rumah, seperti menghadiahi diri sendiri, hal yang biasa setiap penulis lakukan. Satu putaran aman saja aku melalui blok A yang berada di belakang rumahku. Lalu aku mencoba untuk ke blok yang berada di depan rumah hingga ke blok E, enak sekali rasanya mencari peluh menikmati orang panen padi yang sudah menguning, cuaca hari ini juga sangat mendukung, tidak terlalu panas.
