Community

Kiat Mengatasi Rasa Sepi

Kiat Mengatasi Rasa Sepi

Oleh: Yusriadi

Seorang teman sedang memperjuangkan sebuah kebenaran. Selama ini dia nampak dan terdengar begitu gigih dan kuat. Saya katakan begitu karena saya beberapa kali sudah bicara dengannya, dan mendengar cerita orang lain tentangnya.

Beberapa hari lalu saya bertemu dengannya dan kami sempat berbicara tentang perjuangannya itu. Dia menceritakan langkah terbaru dan perkembangannya sejauh ini.

Dia katakan masih terus berusaha sekalipun tawaran “berdamai” dilakukan. Dia tidak mau berdamai karena ajakan berkompromi kononnya, hanya sepihak. Intinya, hanya dia yang diminta mundur dari perjuangannya, sementara orang sebelah tetap dengan karenahnya.

Dia juga ceritakan beberapa orang sudah tak bisa diharapkan. Ada yang nampaknya tidak semangat lagi. Ada yang sepertinya mundur.

“Ah, biarlah. Itu hak mereka. Mereka takut, masuk angin, biarlah. Saya tetaaaap,” katanya.
Saya tertarik pada nadanya.

“Mengapa?”

Rupanya dia menangkap pertanyaan saya.

“Ya, konsekuensinya. Sendiri, ditinggalkan, dijauhi… kalau diancam, tidaklah,” tambahnya.

Ooo…rupanya, kawan mulai rapuh. Semangatnya tidak seperti dahulu, tidak seperti “nampaknya”.

“Tenang saja. Pasti banyak orang baik yang mendukung kebenaran. Ingat, perjuangan untuk kebenaran akan mengangkat derajat kita. Ini ujian naik tingkat. Ini juga kesempatan untuk meninggalkan nama baik bagi anak cucu. Lebih baik dikenang karena hal itu, dibandingkan diingat sebagai pengecut, orang lemah, orang yang bersekongkol.