Mana integritas kita? Lebih baik tak punya apa-apa, dibandingkan tak punya integritas, harga diri”.
“Soal ditinggalkan, sendiri, ingatlah kata-kata bijak. Orang bijak, tidak pernah kesepian sekalipun dia sedang sendirian”.
Saya berpanjang lebar. Saya pernah merasakan situasi kurang lebih begitu.
Sering kali memperjuangkan kebenaran itu beresiko. Malah resiko besar. Butuh kesabaran, istiqamah, dan banyak lagi. Kadang lawan membujuk, kadang juga mengancam.
Soal sepi, itu juga dapat dimengerti. Seseorang sering merasa sepi kala sendiri, dan merasa tidak betah dalam situasi itu. Seseorang merasa sepi karena doa mebgharapkan sesuatu, dan harapan itu tidak terpenuhi.
Faktanya, ada yang menjauh karena tak ingin terlihat atau dilibatkan. Ada yang menjauh karena memusuhi.
Saya menyitir kata hikmah itu dengan harapan mengingatkannya. Jadilah orang bijak, orang yang selalu sibuk dengan hal bermanfaat, hal positif, sehingga dia lupa sedang berada di mana dan bersama siapa.
Dia yang bijak tidak mencari penghibur kala sendiri, karena di kala sendiri itu dia tidak pernah benar-benar sendiri. Dia bisa berdua dengan tuhannya. Dia bisa berdua, bersua pengalaman, masa lalu, bahkan dosanya. Dia bermuhasabah. Introspeksi diri.
