Oleh: Juharis*
Setiap yang bernyawa pasti akan menjumpai ajalnya, kematian dipahami sebagai proses berpisah antara ruh dan jasad. Saat menghadapi kematian tak seorangpun di muka bumi ini mengetahui kapan tepatnya ajal menjemput bahkan makhluk termulia sekalipun, karena ini merupakan rahasia Tuhan. Andaipun ada yang tahu persis kapan kematiannya, pastilah ia akan mempersiapkan bekal diri untuk dunianya dan untuk kematiannya. Perkara misterius ini tidak mengenal kapan, dimana dan berapa. Baik tua, muda bahkan anak-anak bisa saja segera menghadapi kematian.
Kepercayaan yang membudaya setelah kematian sangat beragam sesuai keadaan setempat. Masyarakat Papua ketika salah satu keluarganya meninggal, tradisi mereka adalah dengan memotong jari. Sementara masyarakat Sambas Kalimantan Barat dengan mayoritas muslim melakukan semacam ibadah setelah kematian sanak keluarga mereka. Sebagaimana judul diatas masyarakat Sambas setelah ditinggal salah satu keluarganya karena kematian biasanya menyelenggarakan perayaan setelah kematian. Tradisi masyarakat Sambas ini turun temurun dilaksanakan walaupun sebagian sudah mulai meninggalkan karena beberapa alasan agamis.
