
Di tempat kedua nama Saraswati disebutkan dewan juri Huntung Dwiyani berada di posisi runner-up. Dara cantik asal Fakultas Farmasi Universitas Tanjungpura ini tampil anggun mengenakan jilbab lengkap. “Ilmu Farmasi yang saya geluti berlandaskan pemanfaatan jenis tanaman obat-obatan,” ungkapnya saat diwawancarai. Saras demikian sapaannya telah menggeluti dunia farmasi berlandaskan manfaat tanaman obat-obatan sejak kecil. Katanya, ilmu yang sangat berguna bagi masyarakat itu diperolehnya dalam keteladanan keluarga besarnya yang juga cinta tanaman pekarangan serta obat-obatan.
Constanius Putra Bepa meraih hadiah tropi terbesar, piagam penghargaan dan satu tas bingkisan dari Dinas Pertanian dan Kampoeng English Poernama. Bepa juga berhak meraih Peace Journalism Fellowships ke Malaysia, Kamboja dan Vietnam di bulan Februari sekira tiga bulan ke depan. Sedangkan Saras meraih tropi, piagam, bingkisan dan separo biaya total fellowships. “Untuk runner-up, perlu mencari tambahan dana sehingga bisa mengikuti full kegiatan. Untuk ini dibutuhkan uluran bantuan dari keluarga, civitas akademika, atau pemerintah daerah tempatnya berkiprah,” ungkap Ketua Dewan Juri, Ir Rajuli.
