Sedianya, dulu, dalam rencana kunjungan kerja Tim Pengawas Perbatasan DPR RI, Fahri Hamzah selaku Ketua Timwas akan mengagendakan untuk mengunjungi Entikong dan beberapa daerah di Kalbar. Diantara daerah perbatasan di Indonesia, Kalbar adalah provinsi yang tapal dan jalur batasnya terbuka alias bisa dilalui jalan darat dengan leluasa. Tapi sayangnya, penyediaan kebutuhan dasar warga perbatasan belum terpenuhi semua. Di Kalimantan, ada 4 kabupaten di perbatasan yang listriknya impor dari Malaysia. Sambas, Bengkayang, Entikong, dan Kapuas.

Melongok ke Malaysia dari daerah perbatasan, seperti memantik rasa minder dan ketidakadilan. Betapa sepertinya rakyat kita lama tak diperhatikan. Cornelis didaulat sebagai Presiden Masyarakat Dayak Indonesia itu oleh suku-suku Dayak di serentang Kalimantan ini serius sekali bercerita tentang nasib rakyatnya yang berada di situasi sulit. Jalan, sekolah, urusan kependudukan, mobilisasi logistik; semuanya berada dalam kondisi memprihatinkan. Barang-barang dibeli dari Malaysia. Kita kehilangan harga diri. Benar-benar tertekuk muka kita.

Cornelis juga menyatakan kekaguman atas kiprah Fahri di DPR RI. Teruslah berani dan lantang, katanya. Indonesia butuh sosok-sosok anak muda seperti Fahri. Yang berani bersuara atas ketidakadilan. Cornelis meminta maaf, karena harus menghadiri acara di Jakarta. Cornelis terhitung dalam jajaran Gubernur yang jarang ke Jakarta. Bagus, kata Fahri. Itu bukti dedikasi dan kesungguhan mengurusi rakyat.