Kadang, pembangunan juga melahirkan kemudahan, keteraturan dan keadaban baru. Tapi bisa juga, pembangunanisme yang tak memperhatikan citarasa keadilan dan kemanusiaan juga akan melahirkan ketimpangan, kemiskinan dan hilangnya esensi manusia dalam relasi sosial kita. Pemimpin harus waskita merenungkan seluruh perjalanan dan perubahan di daerahnya. Energi asasi sebuah bangsa harus terus dipelihara. Energi asasi dari kemanusiaan kitalah yang akan memberi kita daya tahan kita menghadapi perjalanan dari jaman ke jaman. (Pontianak, 28 April 2017. Penulis adalah Alumni KAMMI)