“Dapat dibayangkan betapa besar rasa tanggung jawab semua pihak, baik Sanne dan Irma, pihak sekolah, pihak host-family, maupun relawan di Chapter Pontianak untuk membuat program pembelajaran kebudayaan ini sukses,” kata Nuris seraya menimpali di tahun 2019 Chapter Pontianak siap menerima peserta hosting baru sesuai kepercayaan Binabud Pusat.

Hal senada diungkapkan Koordinator Hosting, Dwi Syafriyanti. Menurutnya, lika-liku yang dijalani menjadi dinamika program. “Kita punya aturan nasional dan internasional sebagai rujukan. Ketika prosesnya dilalui dengan baik, termasuk bimbingan kakak-kakak di tingkat nasional, program hosting perdana di level pelajar SMA ini berjalan lancar.” Sebelumnya, menurut Dwi, pihaknya sudah terbiasa menjadi host bagi mahasiswa dari Jerman. Namun dinamika mahasiswa yang sudah dewasa, berbeda dengan pelajar yang masih remaja.
Sanne dan Irma di atas pentas mengakui hal itu. Begitupula pihak sekolah dan keluarga angkat mereka selama berada di Kota Pontianak. Kendati demikian, pihak sekolah maupun host-family merasakan manfaat yang besar dari program kolaborasi budaya ini. Masing-masing pihak merasa enggan untuk berpisah karena sudah seperti anggota keluarga sendiri. Begitupula program hosting mendatang, masing-masing pihak tertantang untuk kembali menerima kehadiran pelajar dari negara-negara asing.
