Ini disampaikan untuk flashback, jika sudah menjadi anggota Polri sangat disayangkan jika berbuat kesalahan merusak citra Polri. Satu anggota bermasalah akan berdampak pada seluruh anggota Polri, ujarnya.
Semua orang akan bertanya kepada polisi, karena anggota polisi dinilai masyarakat memiliki wawasan luas dan mampu memberikan jawaban, jangan sampai yang terjadi justru sebaliknya. Inilah mengapa anggota Polri dituntut untuk siap, cerdas dan promoter. Terus dan terus maju membenahi diri untuk menjadi insan Polri yang berkualitas.
Ketika diberikan kepercayaan tugas negara harus laksanakan dengan baik, penuh tanggungjawab dan jangan dinodai. Karena jika kita bermasalah maka keluargapun akan ikut malu, tutur Kapolda.
“Mari kita sama-sama menjaga citra Polri, jika ada anggota bermasalah saya tegaskan apalagi narkoba, pengedar, pemodal bandar, pecat! tidak pantas karena mengkhianati tugas negara.”
11 bulan menjadi Kapolda Kalbar, banyak yang sudah dilakukan. Program 100 hari sudah mengungkap banyak kasus, zero ilegal, zero tolerance, tidak ada toleransi dengan ilegal.
Kita mendapatkan apresiasi dari Mabes Polri dengan mendapatkan bantuan kendaraan, bangunan kantor semua dari APBN Mabes Polri selebihnya dari APBD Provinsi. Ini wujud dari kerja keras kita, yang sudah bisa menjaga kamtibmas dan dirasakan oleh pemerintah maupun masyarakat luas, kita diapresiasi oleh negara, maka jangan sampai pelanggaran personel mempengaruhi legitimasi kita,” ujarnya.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menuturkan, kegiatan FSBM XII di Kabupaten Sekadau agar dimanfaatkan dengan baik oleh Polres Sekadau untuk mengangkat citra Kepolisian.
