“Hari ini kita melihat spirit pemuda, yang kebetulan masih dalam suasana hari sumpah pemuda. Kalimantan Barat sangat multi etnis, kita bisa bersatu bersama-sama untuk menjaga dalam bingkai NKRI. Tentunya tadi kita telah mendengar poin-poin yang disampaikan perwakilan para pemuda di Kalbar. Jadi intinya adalah mengajak kita semua menjaga keutuhan bangsa dan mengajak bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kalimantan Barat, dan alhamdulillah memang sampai saat ini, seluruh rangkaian aktivitas warga masyarakat di Kalimantan Barat memang kondusif,” ungkapnya.
Dijelaskannya didalam lembar tulisan, bahwa kita lahir dan hidup di Indonesia, negeri yang kaya raya ragam dan macam suku bangsa, agama, bahasa, ras etnis, golongan, budaya.
Tentunya keberagaman itu bisa berdampak positif maupun negatif. Implikasi negatif muncul ketika keberagaman dimaknai ancaman, bukan tantangan. Sehingga tidak tumbuh sikap saling memahami atas perbedaan tersebut. Sebaliknya, jika diantara anak bangsa ini bisa menjalankan sikap saling memahami dan toleransi atas perbedaan itu, keberagaman akan menjadi sebuah kekuatan yang dasyat.

“Kita memiliki alat pemersatu perbedaan yang lahir dari nilai-nilai luhur bangsa, yaitu Pancasila dan Undang-undang 1945 dengan berbagai tatanan yang sistematis didalamnya.”
