Selepas kegiatan itu dilanjutkan kegiatan Tactical Floor Game (TFG), bertempat di Ballroom Golden Tulip yang dibuka langsung oleh Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan. Dalam pelatihan TFG ini, Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Purwanto memaparkan, dan memperagakan tentang simulasi pengamanan Kota Pontianak. Apabila terjadi unjuk rasa yang tidak menerima hasil pemungutan suara yang mengarah terhadap kerusuhan massa secara lengkap. Dan dilanjutkan kegiatan Pelaksanaan pelatihan TFG dalam rangka kesiapan Pilkada 2018. Bertindak selaku moderator pelatihan TFG adalah Karo Ops Polda Kalbar Kombes Pol Jayadi.

Ikhtisar kejadian pelatihan TFG dalam penanganan unjuk rasa yang tidak puas terhadap hasil pemungutan suara yang akan melakukan demo di kantor KPU.

Kombes Pol Purwanto menjelaskan, proses tahapan-tahapan penanganan di sampaikan secara voice dan visual dengan miniatur seperti aslinya. Sehingga para peserta pelatihan mengetahui dan memahami penanganan terkait apabila ada unjuk rasa saat tahapan pelaksanaan Pilkada, personel harus menerapkan fase-fase penanganan massa. Diantaranya dengan pendekatan, tidak menggunakan senjata api, hingga fase kelima menggunakan security barier, water canon dan gas air mata.

Kapolda Kalbar Brigjen Pol Didi Haryono siap amankan Pilkada Kalbar 2018.
Kapolda Kalbar Brigjen Pol Didi Haryono siap amankan Pilkada Kalbar 2018.

“Tapi kalau aksi sudah anarkis, pembakaran dan membahayakan masyarakat serta petugas, maka yang menangani adalah kompi anarkis Brimob yang dibekali dengan peluru hampa, karet, dan tajam. Senjata ini sebatas melumpuhkan, dibawah pinggul. Tahapan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Kombes Pol Purwanto.