Dalam kesempatan ini juga AsOps Kapolri, Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan memberikan arahan bahwa kegiatan ini sebagai pelatihan langsung dalam bentuk simulasi. Caranya adalah dengan menggunakan miniatur seperti aslinya disertai skenario kegiatan yang menggunakan peralatan miniatur dan selanjutnya akan diperagakan juga secara langsung oleh para petugas dilapangan pada hari selasa besok di lokasi alun-alun Kapuas.

Pihak Kepolisian sebagai penanggung jawab pengamanan dalam pelaksanaan Pemilu Kada, harus merencanakan pengamanan sedemikian rupa untuk mencegah dan mengantisipasi segala potensi kerawanan yang dapat mengganggu kelancaran pesta Demokrasi ini. Semua personel yang terlibat baik Polri, TNI, satpol PP maupun unsur terkait lainnya dalam pengamanan Pemilu Kada ini harus mengetahui dan memahami peran dan tugas pokoknya sebagai petugas pengamanan, berkaitan dengan itulah pentingnya kegiatan ini dilakukan untuk membekali petugas agar dapat melaksanakan tugasnya secara optimal.

Di hadapan personel peserta pelatihan, As Ops Kapolri menekankan beberapa hal terkait pelatihan TFG tersebut antara lain: mengedepankan kegiatan pencegahan dan merespon segera apa yang tidak bisa dicegah, harus menjadi sebuah pola pikir setiap Personil Polri, mengedepankan giat negosiator, pengamanan obyek vital dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang pemilukada serentak 2018.

Hal senada diungkapkan Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, bahwa pelatihan TFG ini dilaksanakan untuk memantapkan kesiapan rencana tindak guna mengantisipasi terjadinya konflik terbuka. Itu selama pelaksanaan pemilukada 2018 khususnya di 6 wilayah Kalbar yang melaksanakan Pilkada, guna mencegah terjadinya korban jiwa maupun materiil.