Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH memaparkan, ada 6 langkah-langkah strategis yang bersinergi secara polisional yang telah dan tengah dilaksanakan Polda Kalbar dalam kaitan pengamanan Pemilu 2019 di Kalimantan Barat antara lain, yakni rapat pembentukan satgas pemilu damai dengan para stake holder dan para pengurus parpol, cipta kondisi dengan melaksanakan kkyd baik pre-emtif, preventif, penindakan dan penegakan hukum, simulasi pengamanan Kota Pontianak (Sispamkota), terkait kerawanan pemilu, apel gelar pasukan bersama dalam rangka operasi Mantap Brata 2019, deklarasi damai Pemilu 2019 bersama-sama dengan jajaran TNI dan penyelenggara pemilu lainnya serta, elemen masyarakat dan stake holder terkait se- Kalimantan Barat.
“Mengoptimalkan kembali satgas- satgas yang telah dibentuk saat pilkada 2018 (satgas kemitraan, satgas media social, satgas perwabkeu, satgas rumah adem dan satgas gakkum) serta terakhir adalah satgas doa,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Dalam melaksanakan pelayanan kepolisian kepada masyarakat jajaran direktorat di bawah Baharkam sampai ke pelosok desa, dengan mempertimbangkan luas wilayah provinsi Kalimantan Barat sebagai wilayah terluas ke-4 di indonesia yang didominasi wilayah perairan, dengan jumlah desa sebanyak 2.031 desa dan 99 kelurahan, serta strategi penempatan personel.
