Berita

Evaluasi Sail Karimata: Sukses, namun Sampah jadi PR

Evaluasi Sail Karimata: Sukses, namun Sampah jadi PR

Meskipun acara Sail Selat Karimata tergolong sukses, terdapat beberapa penghambat terutama masalah transportasi. Untuk sampai di Kayong Utara itu, tidak ada penerbangan langsung. Karena ini acara nasional, tentu semua provinsi di Indonesia diundang jadi kalau dari Jakarta perlu singgah ke Ketapang atau Pontianak dulu lalu melanjutkan perjalanan darat ke Kayong Utara, tutur Bapak Saptoyo, SE. M.Si.

Tak hanya masalah transportasi, penginapan di Kayong Utara juga terbatas. Jadi, sebagian besar tamu yang hadir menginap di rumah warga bahkan sebagiannya menginap lebih jauh yaitu di Ketapang. Selain itu, kemacetan juga terjadi cukup parah. Untuk menuju ke tempat upacara, kami tidak bisa menggunakan roda empat. Hanya dapat menggunakan motor atau berjalan kaki, jelas Bapak Saptoyo yang kala itu hadir di Kayong Utara.

Tak ada kerugian yang begitu fatal dalam kegiatan kali ini. Hanya saja ketika pameran, beberapa tenda roboh diakibatkan angin kencang pada tanggal 14 Oktober 2016. Beruntung, tenda tersebut merupakan tenda teduh untuk petugas lapangan yang berada di pesisir pantai bukan tenda pameran.