in

FKPT KALBAR Latih Enumerator Survei Nasional

IMG 20200715 WA0035

teraju.id, Pontianak – Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalbar melaksanakan pelatihan untuk enumerator yang akan melakukan survei nasional. Pelatihan dilaksanakan Senin 13 Juli tahun 2020, bertempat di Gedung Tower C, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

Ketua Bidang Penelitian FKPT Kalbar, Dr. Ismail Ruslan mengatakan pelatihan dilaksanakan untuk 20 enumerator agar memahami fungsi dan tugas serta tanggung jawab mereka dalam melaksanakan survei. Mereka akan melakukan pengumpulan data untuk “Survei Nasional Penguatan Kebhinekaan dan Literasi Digital dalam Upaya Menangkal Radikalisme melalui FKPT”, di beberapa daerah di Kalbar.
“Mereka kita berikan pelatihan melakukan survei agar dapat melaksanakan kegiatan lapangan dengan baik,” katanya.

FKPT Kalbar akan melaksanakan survei nasional terkait tigal hal, yakni: (1) mengukur perilaku masyarakat terkait literasi digital dan perilaku online; (2) mengukur pengetahuan masyarakat terkait kebhinnekaan; (3) Mengukur persepsi masyarakat terkait nasionalisme.

Setiap enumerator memilih 1 atau 2 desa/kelurahan untuk mengambil 20 sampel penelitian/responden. Apabila enumerator hanya memilih 1 desa/kelurahan, maka enumerator harus menentukan 4 Rt. Sementara jika enumerator mengambil memilih dua desa, maka enumerator harus memilih 2 Rt dari setiap desa/kelurahan.
“Setiap enumerator wajib mewawancarai 20 orang sebagai sampel,” tambahnya. (Rilis Humas FKPT Kalbar).

Baca Juga:  Usai Pelantikan, BWI Kalbar Segera Susun Skala Prioritas

Written by Yusriadi

Redaktur pada media online teraju.id dan dosen IAIN Pontianak. Direktur Rumah Literasi FUAD IAIN Pontianak. Lulusan Program Doktoral ATMA Universiti Kebangsaan Malaysia, pada bidang etnolinguistik.

WhatsApp Image 2020 07 15 at 07.16.36

Yayasan Visi TOP Indonesia Luncurkan Sekolah Alam Internasional Manazil

WhatsApp Image 2020 07 15 at 13.37.14

Kesan di Balik Penulisan Buku “Mengukir Kisah di Desa Sengkubang”