Profesor Yon Mahmudi, Ketua Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia, menilai pidato Presiden Prabowo tidak hanya mewakili aspirasi rakyat Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi internasional dalam mendukung Palestina. Ia menegaskan, kredibilitas PBB akan runtuh jika solusi dua negara terus diabaikan.
Lebih jauh, Prof. Yon menyebut kesiapan Indonesia untuk menjadi bagian dari pasukan penjaga perdamaian sebagai langkah luar biasa. “Semua mata tertuju pada forum ini, terutama karena dunia menyaksikan upaya etnic cleansing di Gaza,” ujarnya.
Baca Juga:Semangat Belajar Gen-Alpha Kata Karsa
Ia menambahkan, tawaran Indonesia untuk mengakui Israel dengan syarat pengakuan Palestina adalah strategi “take and give” yang bisa mempercepat tercapainya solusi dua negara.
