Mengenai pertanyaan mengapa anggapan radikalisme dan terorisme sering dikaitkan dengan Islam, menurut Wasilun, hal itu berkaitan dengan berbagai peristiwa yang terjadi yang pelakunya beragama Islam dan membawa-bawa Islam dalam aksinya. Padahal, tindakan mereka adalah tindakan berdasarkan pemahaman individu yang keliru.
Oleh karena itu diingatkan agar setiap orang berusaha memahami Islam dengan benar. Jangan mengakses pemahaman Islam dari media sosial, kecuali dari ahlinya. Dengan begitu tidak terjebak dalam pemahaman salah.
“Mari belajar agama melalui ahli-ahli agama yang benar. Mari belajar dan menjaga sikap toleransi karena kita hidup berdampingan dengan orang lain yang berbeda, beda agama, beda suku, berada budaya,” ajaknya.
“Kalau kita bisa bersatu dalam berbeda ini, kita akan menjadi bangsa yang besar,” tambahnya.(Rilis/Humas FKPT Kalbar).
