Menurut warga sekitar, seorang tukang parkir Ayam Penyet Pegasus, sebelum seng ruko terbang, seng-seng atap rumah ruko orang yang di depan sudah lebih dulu beterbangan. “Jatok di belakang Pegasus. Orang-orang pade panik ngire atap Pegasus yang terbang. Rupenye bukan. Setelah itu seng besak ruko samping tuh terbanglah dan nyangkot di pokok besak tuh. Sempat seng besak tuh nak terbang agik tapi masih tekaet di pokok kayuk”.
Di sisi lain Edi Kamtono selaku Wakil Walikota Pontianak menegaskan upaya membersihkan lokasi dari bongkahan ini sesegera mungkin. “Dari BASARNAS, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Pemadam Kebakaran semua turun, dari pemerintah kota dan Dinas Kebersihan,” ungkapnya.Di tempat terpisah rumah Radakng di Kota Baru juga diterjang angin kencang. Beberapa bilah dinding terjengkang pula. Tak pelak hal ini menarik perhatian warga karena selama ini Radakng menyedot banyak pengunjung yang mengagumi keindahan serta keunikan gedung beridentitas Dayak tersebut. Bahkan terbesar di Kalbar.
