Berita

Kuliah Daring Diberlakukan, Mahasiswa: “Ini Kurang Efektif”

Kuliah Daring Diberlakukan, Mahasiswa: “Ini Kurang Efektif”

Kurang efektifnya penerapan kuliah daring juga diamini oleh Heni Safitri (31) selaku Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammdiyah Pontianak. Heni mengaku banyak kendala pada jaringan dan kuliah secara tatap muka dinilai lebih efektif.

“Soalnya sebagian besar mahasiswa yang di daerah ada yang lokasinya sulit mendapatkan sinyal. Kalau di beberapa kota besar mungkin ndak terlalu ada kendala,” jelasnya.

Menurut Heni, kelebihan sistem kuliah daring yaitu jadwal kuliah menjadi lebih fleksibel dan mudah diatur. Namun, tidak dipungkiri juga bahwa ada kekhawatiran masalah biaya besar yang harus dikeluarkan mahasiswa untuk membeli kuota internet. Ia juga menyinggung terkait sistem penugasan pada mahasiswa.

“Sebenarnya saya rasa tugas itu sama aja dengan biasanya atau seperti kuliah tatap muka biasanya. Cuma karena ini tugasnya mungkin berganti jadi tugas individu dan hampir semua mata kuliah ada tugas jadi ya berasa (berat) ngerjainnya. Jadi, kalau tugas ini mau kuliah online ataupun tatap muka sama aja lah,” ungkapnya.

Kesulitan penerapan daring pun turut dirasakan oleh mahasiswa tingkat akhir untuk proses pengerjaan skripsi. “Kalau konsul tu lewat Whatsapp. Dosen pembimbing nanti yang chat lagi setelah dikoreksi. Ngumpulkannye lewat e-mail,” jelas Agus Susanti (22), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak (11/04/2020).