Pantun Hari Jumat & Nasehat
Koleksi ini menonjolkan sisi religiusitas dan kedalaman moral para pemantun.
Nadya memberikan pengingat untuk menyambut hari yang mulia:
Hari Jumat, hari yang mulia,
Bersiaplah kita, dengan hati yang suci.
Janganlah lupa, zikir serta doa,
Menjadi bekal, di akhirat nanti.
Beliau juga menambahkan nasehat tentang pentingnya bertaubat:
Hari Jumat, hari yang mulia,
Bersihkan diri, sucikan hati.
Ingatlah dosa, taubatlah kita,
Ampunan Allah, selalu dinanti.
Kak Dara menyampaikan semangat ibadah di hari Jumat:
Mentari indah di ufuk Timur,
Burung riang melompat lompat.
Mari beribadah untuk panjang umur,
Bermurung jangan di hari Jum’at.
Syarifah Nuraini mengajak kita memotivasi diri melalui syafaat Nabi:
Sedari ingat sejak di Mekah,
Kaki mengiringi perintah ilahi.
Di hari Jum’at bnyk berkah,
Motivasi diri syafaat Nabi.
Pantun Nasehat Bijak & Etika Masyarakat
Pesan-pesan moral mengenai pentingnya menjaga lisan dan rendah hati disampaikan oleh Syofyan Syodikin: Kayu jati dibuat peti,
Bawa ke pasar naik perahu.
Jaga lisan rendah hati,
Agar selamat sepanjang waktu.
Sinergi antara nilai-nilai nasionalisme dan kearifan lokal seperti yang ditulis oleh Watno:
Pacri nenas budaya lokal,
Pakek daon salam se on.
Selamat hari santri nasional,
Salam dari org yg belajar bepanton.
