Sultan Hamid II Alkadrie mulai dikenal publik setelah diangkat sebagai sultan ketujuh menggantikan ayahnya Sultan Muhammad yang tewas dibunuh Dai Nippon Jepang, 1944. Debut sebagai Sultan menyebabkan Hamid bersama Soekarno-Hatta mendesain diplomasi pengakuan kedaulatan proklamasi 17/8/45 dari Belanda. Hamid kemudian menjadi Menteri Negara RIS sekaligus memberikan sumbangsih Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila.
Acara menarik lainnya di Fena 2020 adalah Teraju News Network Award dengan sejumlah tokoh lokal, nasional, internasional menjadi nomini peraih penghargaan Livetime Achievment Award. Award pertama jatuh kepada Sultan Hamid II Alkadrie sebagai Pahlawan Bangsa. Nomini lainnya diumumkan ke depan saat acara. Dan puncaknya adalah budaya dunia tak benda menembus Unesco-PBB berupa pantun Nusantara dari Kota Pontianak. Fena 2020 diharapkan Panpel bisa sukses dan mendapat dukungan luas masyarakat. Tidak hanya di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat, tetapi juga Nusantara dan penikmat seni – sastra seluruh dunia melalui tayangan media online maupun mainstream. Sukses Fena 2020 menentukan gawean Fena 2021. Bravo Musik Kalbar.
