Berita

Mengejar Pak Miftah–Menguber Pak Zainuddin

Mengejar Pak Miftah–Menguber Pak Zainuddin

Jangan kamu menjadi pendendam. Karena dendam adalah musuh iman. Kalau kalian dendam berarti kalian tidak memiliki iman. Tapi kalau kalian memiliki iman, tidak mungkin kalian dendam. “Karena iman dan dendam tak mungkin bersatu dalam satu diri. Pribadi ini yang dituntut oleh semangat hijrah Rasulullah SAW,” urai Prof Dr KH Miftah Farid.

Saking mengidolakan Kyai Miftah, ayah memberikan nama sepupu dengan nama serupa: Miftah Farid!

Di kelas 1 SMP, teman sekelas yang kemudian menjadi senator Banten, Ahmad Subadry bertanya tentang ustadz favorit.

Saya menjawab KH Miftah Farid. Dia menjawab, “Kalau saya KH Zainuddin MZ. Ceramahnya serrrru…”

Saya tak kenal nama yang disebutkan. Pastilah penasaran. Ajib.
Ahmad Subadry anak Banten. Ia qori’ nasional tingkat remaja. Dalam perhelatan MTQ Nasional ke-16 Pontianak ia menggondol gelar juara.

Sebab dia getol mempromosikan Kyai Zainudin habis-habisan, saya pun penasaran. Berjanji dalam hati, akan mencari informasi tentang siapa sosok Zainuddin MZ. Suatu masa yang mencari info tak semudah sekarang tinggal Googling. Saya hanya mendapatnya lewat radio. Yakni Radio Lapaloma yang setia memutar kaset ceramah KH Zainuddin MZ yang memang cetttar membahana badai….

Tak lama berselang saya mendengar kabar ada safari dakwah KH Zainuddin MZ pertama kali ke Bumi khaTULIStiwa. Tak ayal. Solo wae bersepeda.

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *