Lebih terkini saat saya mencolek Ayahman di pukul 03.00. Dinihari.

Saya sapa apakah bisa saya bawa Bu Dwi Hadiningdyah ke Munzalan Tower pada 19 Januari di waktu Ashar?

Lama tak ada jawaban. Tapi centang dua. Biru. Tanda pesan WA telah dibaca.
Teks pesan yang sama saya teruskan ke To’ Ya. Abang kandung saya. Sohib Ayahman membina Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin. Keduanya saya tahu pelaksana erat tahajjud. So? Jam 03.00 biasa sudah tirakat. Ingin dialog dengan Tuhan saat senyap. Saat gelap.

“Ayahman sedang di Pidie. Aceh.” To’ Ya balas WA saya.

Oooh begitu, pikir saya. Ya sudah. Belum rizkinya. Schedule jalan terus dengan Plan B bergerilya. Plan alternatif.

Ndilalah Allah punya kuasa kun fayakun. Hanya berselang 3 menit usai To’ Ya kasih kabar Ayahman sedang dakwah ke Pidie Aceh, figur muda yang terus menebar pesona dakwahnya se-Nusantara dan mulai ke berbagai pelosok negara manca membalas lugas.

“Insya Allah pada saat Bu Dwi Hadiningdyah ke Munzalan saya sudah berada di tempat.” Takbirrrr…

Belakangan saya baru tahu kalau Ayahman memangkas schedule keliling Sumatera demi menyambut tamu khusus yang mendeliveri 3000 triliun dana Cash Wakaf Link Sukuk. Kisahnya? Simak perfecto.

Ada laporan vidio 5 edisi dari pertemuan kami sebagai bentuk lelahku lillah seraya berbagi Rahmat Allah. Nikmat dapat untaian kata-kata dan study tour ke Munzalan Tower.

Serial pertemuan yang sangat indah. Yang saya renung-renung tak akan terulang seperti ini dan begini lagi walaupun diulang-ulang….(Maka simak nuriskandarchannel. YouTube. Iya).

*