in

Pesan Nadiem Makarim untuk Pemuda Indonesia di LN = Sultan Hamid II Alkadrie, 1949 di Amsterdam

hatta sultan hamid

teraju.id, TNN – Pesan Mendikbud Nadiem Makarim di depan Persatuan Pelajar Indonesia Luar Negeri (PPI-LN) sama dengan sejarah tahun 1949 di mana Sultan Hamid mengajak pemuda Indonesia di LN kembali membangun tanah air Indonesia. Persitiwa esensi sejarah terulang terpaut waktu 71 tahun.

“Mohon kembali ke Tanah Air, negara Indonesia membutuhkan Anda,” ucap Nadiem dalam Penutupan Simposium Internasional Online Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia 2020 secara virtual di Jakarta, Minggu (30/8/2020), seperti dilansir laman Kemendikbud. Belajar di luar negeri, lanjut Nadiem, memberikan kesempatan mahasiswa untuk menimba ilmu, pengalaman, membangun jaringan, dan mengenalkan budaya.

“Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Setelah itu kembalilah ke Tanah Air karena besar sekali dampaknya yang teman-teman bisa lakukan untuk Indonesia. Kita perlu sadari, tanpa kerja cerdas, makin sulit kita mengantarkan Indonesia pada kemajuan itu,” tutur Mendikbud.

71 tahun yang lalu seruan serupa dikumandangkan Sultan Hamid sebagai Mayor Jenderal (pribumi dengan pangkat tertinggi di kemiliteran Indonesia) menjelang Konferensi Meja Bundar di mana Hamid selaku Ketua Badan Federasi (BFO) bersama Dr Drs Moh Hatta yang mewakili Negara republik Indonesia. Keduanya tampil apik dan ciamik di Amsterdam dengan nasionalisme kemerdekaan Indonesia yang merdeka secara politik baru 4 tahun. Namun Belanda saat itu belum mengakui kedaulatan NRI.

Baca Juga:  Kuliah ke Universitas OSO, Murah dan Berkualitas

Sejarah kemudian berkata bahwa peran Sultan Hamid dan Hatta di hadapan PBB berdiplomasi dengan Belanda diakuinya kedaulatan kemerdekaan Indonesia. Hamid kemudian menjadi Menteri Negara RIS bersama Hatta sebagai Perdana Menterinya.
Mengutip Koordinator PPI PPI Dunia periode 2020/2021 Choirul Anam, bahwa proklamator pertama Indonesia, yakni Presiden Soekarno adalah lulusan dalam negeri, dan Bung Hatta adalah lulusan luar negeri. “Saat keduanya berkolaborasi satu sama lain, dampaknya sangat luar biasa, semoga di zaman yang serba digital ini seluruh rekan-rekan PPI dapat berkolaborasi guna membuat gerakan baru yang bersejarah untuk memajukan Indonesia,” papar Fadlan.

Hatta-Hamid-Hamingkubuwono IX sama-sama Menteri dalam Kabinet RIS di mana Presidennya Ir Soekarno. Kolaborasi mereka sebagai founding fathers luar biasa dalam sejarah Indonesia. Namun SDM masih jadi kendala mensejahterakan bangsa yang 75 tahun merdeka. Sehingga Mendikbud masih harus menyerukan nasionalisme pulang kampung membangun NKRI.

Pidato Hamid-Hatta dapat disimak selengkapnya pada laman Youtube sbb: https://www.facebook.com/nur.iskandar.710/posts/10158978193639767 (kan)

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

Bochum-Jerman-eropa

Kisah Orang Pontianak di Bochum – Jerman

dr leo sutrisno

Mia, Minta Tambah Lagi Lima Menit