Secara total, sejak 2017-2018, BBM Satu Harga sudah mencapai 131 titik. Perinciannya, 29 titik di Sumatera, 33 titik di Kalimantan, 14 titik di Sulawesi, 3 titik Jawa-Madura, 1 titik di Bali, 14 titik di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), 11 titik di Maluku, dan 26 titik di Papua dan Papua Barat.Jika dirinci lebih lanjut, PT Pertamina (Persero) menyelesaikan 122 titik, dan PT AKR Corporindo Tbk sembilan titik. Adapun, target tahun 2019 akan dibangun 29 titik penyalur BBM satu harga, sembilan titik di Kalimantan, enam titik di Nusa Tenggara Barat, sembilan titik di Nusa Tenggara Timur, dan lima titik di Maluku dan Maluku Utara.
Total volume yang sudah disalurkan sejak tahun 2017-2018 sebesar 109.422 kilo liter (KL) dengan nilai Rp 653,06 miliar. Angka itu terdiri dari 40.547 KL volume Jenis BBM Tertentu (JBT) dengan nilai Rp 208,81 miliar, dan 68.875 KL volume Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), dengan nilai Rp 444,24 miliar.
Fanshurullah Asa optimis di tahun 2019, walaupun tahun politik kondisi semakin membaik. “Kebijakan pro-rakyat dilaksanakan dengan seksama karena mengedepankan keadilan yang merata di seluruh Tanah Air,” ungkapnya disambut senyum para anggota Komisi VII yang di tahun politik juga bekerja keras pada daerah pemilihannya masing-masing. (nuris)
