teraju.id, Pontianak – Beredar undangan dengan latar mesjid Roemah Melajoe. Artistik. Semua bahan kayu Ulin alias kayu besi atau kayu Belian.
Kerrren sekali. Nilainya Rp 3 Miliar.
Usut punya usut mesjid baru ikonik di Pontianak Timur itu atas wakaf advokat senior gaek asal Kapuas Hulu, Tamsil Sjoekoer. Saya akrab menyapanya dengan Bang Tamsil. Beliau rapat dan dekat dengan advokat asal Kapuas Hulu lainnya Akil Mochtar. Nama terakhir ini sempat menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi. MK.
Bang Tamsil lemah lembut. Murah senyum. Kerap kali mengundang halal bihalal di kediamannya. Kawasan elit. BLKI. Dekat Ahmad Yani. Kantor Gubernur. Rumah dinas Walikota. Most famous location.
Suatu hari kami sama sama di bandara SHIA. Dari Jakarta menuju pulang Pontianak. Sama sama berwudhu menjelang Maghrib.
Di mushola sempit hanya cukup untuk berjamaah 7-10 orang tentulah kami beruluk pundak agar Bang Tamsil menjadi imam. Namun dengan senyumannya yang khas justru dia mendorong saya. Masya Allah.
Senyum khas Bang Tamsil itu terkemas dengan baik dalam mata hati saya. Sampai undangan peresmian Mesjid Asyokoer tahun 2025 bertabur pantun. Sampai hari ini tetiba terima kabar dari Ambo Mangan di grup Peradi.
Innalilahi wa inna ilaihi roji’un.
Turut berdukacita yang mendalam atas berpulangnya Advokat Senior, Dewan Kehormatan Pusat DPN PERADI dan Panutan Kita semuanya Bpk. H. M. TAMSIL SJOEKOER, S.H., M.H., Jumat, 20 Februari 2026. Beliau memang pernah menjadi Ketua Ikadin beberapa periode. Saya kerap meliput Bang Tamsil selama berpraktik kepengacaraan. Bahkan salah satu wartawan saya di Harian Equator dibujuknya berpindah. Kini sudah memimpin media di Jawa.
Selamat Jalan Abangnda H.M. TAMSIL SJOEKOER, S.H., M.H., yang banyak menginspirasi & menjadi teladan buat membangun mesjid langgam budaya…nyawa boleh putus, pahalanya mengalir terus.
Semoga Abangnda Tamsil Sjoekoer mendapatkan tempat terbaik dari Allah YMK. Ditandai dengan husnul khatimah berupa wafat di harinya Sayyidul Ayyam. Jumat. Bulannya penuh berkah dan ampunan. Ramadhan. Subhanallah. *
