Masalah terbesar menurut nazir Ami Attamimi adalah Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang mati suri. Dia berharap TPA dihidupkan kembali setelah lama sepi.
Guru TPA-nya sudah pulang kampung tanpa pengganti. Murid-murid yang dahulu diampu kini telah dewasa dan berubah generasi. “Tolong hidupkan kembali TPA dengan gedung yang dibangun di atas tanah wakaf Sirajul Islam ini senilai Rp 600 juta. Total rehabilitasi dan pembangunan mesjid era millenium kedua itu tak kurang dari Rp 1.2 miliar,” ujar Ami yang juga Bos tekstil Asfatex.

Gedung TPA Sirajul Islam terdiri dari dua lantai. Sama dengan bangunan utama mesjid yang juga dua lantai. Lantai dasar Gedung TPA dipergunakan untuk Posyandu. Lantai kedua untuk TPA.

Untuk menyiasati kondisi mati suri agar hidup kembali memang tidak mudah, sebab sejak Maret 2020 Indonesia pun terpapar Pandemi Covid-19. Tapi musim semi jangan sampai layu sebelum berkembang. Situasi bulan madu pengurus baru mesti diberdayakan maksimal. Maka pendaftaran siswa TPA pun dimulai. Pembelajaran diatur jarak jauh. Begitupula TPA Sirajul Islam. Kaidah pembelajaran dengan protokol Covid-19 diterapkan ekstra ketat.

Nazir Sirajul Islam tak kalah akal bekerjasama dengan konsorsium Tentara Wakaf Produktif (Tawaf) Indonesia mengaktivasi situasi kondisi di Sirajul Islam ini agar progresif. Dimulailah langkah pembukaan pendaftaran kembali TPA dirangkai dengan event lomba Juara 1 serta rekruetment remaja mesjid Sirajul Islam.