Kepanitiaan melibatkan remaja mesjid dan pembelajaran diampu volunteer Tawaf Indonesia dari unsur Kampoeng English Poernama, Teraju.Id, Binabud Chapter Pontianak dan Akselerasi Indonesia. Memang semua tidak berjalan mulus. Lomba ranking 1 tidak bisa dilaksanakan karena Pandemi Covid-19 Pontianak garis merah. Gubernur mencak-mencak melarang keramaian. Namun murid TPA telah mengalir satu per satu daftar belajar. Tak pelak, proses pembelajaran TPA pun dimulai sejak enam minggu yang lalu. Persis awal Nopember 2020 berjumlah empat siswa. Alhamdulillah, kini sudah tertampung 16 murid TPA. Pertanda antusiasme telah bertumbuh kembali.

Belasan siswa-siswi ini belajar seminggu dua kali, yakni Sabtu secara tatap muka. Pada hari Minggu mereka belajar secara dalam jaringan (daring). Ini taktik-strategi menyiasati pandemi dan semangat belajar siswa yang menghendaki tata cara belajar tatap muka. Sebab bagaimanapun,juur, belajar paling efektif tetaplah tatap muka, bukan tatap gejet. Apalagi bagi anak-anak.

Saya sempat pula mengampu 1 jam pelajaran di hari Sabtu, 19/12/20 pukul 15.30-16.30. Berhadapan dengan siswa-siswi yang cerdas-cerdas dan “full spirit” itu. Mereka mengenakan masker dan faceshield. Berdoa bersama dengan vokal sangat keras. Menghapal surah-surah pendek bersama dengan totalitas. Juga “try out” shalat berjamaah sekaligus dibumbui dengan kisah-kisah inspiratif.

“Seru sekali ya belajar di TPA kita,” kata Abdurahman salah satu siswa.

“Iya, kita tak sabar lagi nak belajar besok hari,” sambung Amal.

Sayangnya akhir tahun ini para orang tua punya program liburan. Siswa yang lain juga memohon izin. Maka, Tawaf Indonesia yang mengelola TPA Sirajul Islam mengikuti program pendidikan nasional yang libur akhir tahun, serta dimulai kembali pada minggu kedua Januari.