Home > Berita > Pemprov Bentuk Tim Seleksi Tokoh Pendidikan dan Kebudayaan
Foto: Tim seleksi tokoh pendidikan dan kebudayaan dari kiri ke kanan: Yakobus Kumis, Dr Rifat Hamdy Assovie, HA Halim Ramli, Nur Iskandar dan Dr Clarisada seusai rapat teknis di Kampus UNU, 13/4/17.

Pemprov Bentuk Tim Seleksi Tokoh Pendidikan dan Kebudayaan

teraju.id. Pontianak  – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat membentuk tim seleksi tokoh pendidikan dan kebudayaan untuk tahun 2017. Penganugerahan dua kategori tersebut, yakni tokoh pendidikan dan tokoh budaya akan disampaikan berkaitan dengan hari ulang tahun provinsi yang jatuh pada Januari 2018.

Bertindak sebagai ketua tim, akademisi FKIP Untan dan juga UNU Kalbar, Dr Rifat Hamdy Assovie didampingi enam anggota. Masing-masing dari unsur dewan pendidikan, dewan adat, tokoh masyarakat, budayawan, jurnalis dan Biro Sosial Setda Provinsi Kalbar.

Sejak tim terbentuk, telah dilakukan monitoring dan pengumpulan data berupa aktivitas tokoh, karya, dan pengaruhya bagi lingkungan. Seleksi tokoh pendidikan dan tokoh budaya ini meliputi figur yang menginspirasi, baik yang masih berkarya hingga saat ini atau sehat wal afiat, maupun yang telah wafat.

Kegiatan seleksi tokoh pendidikan dan tokoh budaya ini bukan pertama kali diselenggarakan. Hanya saja sempat fakum di tahun 2016, padahal sebelumnya 3 tahun berturut-turut seleksi serupa telah dilakukan, dan telah pula terbit secara terbatas sebuah buku berisi catatan singkat perjalanan hidup dan perjuangan setiap tokoh yang diakui pemerintah karya-karyanya. (Nuris)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

Baca Juga:  Sentra Gakkumdu Kawal Pemilu 2019 di Kalbar

About Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

Check Also

KEP’s ECO City Buat Hafidz Quran Hingga ASN

Bagi yang hafidz Quran 30 juz ini kabar baik. Kami menyediakan tanah dan rumah secara …