Berdasarkan pantauan teraju.id semua hotel yang ada di Kota Pontianak mempunyai lokasi parkir, khususnya mobil, walaupun kecil. Hal ini tampak dari hotel-hotel yang baru berdiri seperti Mercure, Orchard, Borneo, Gulden Tulip, dan Harris. “Lokasi hotel di Gajahmada memang strategis, walaupun berdiri di lokasi yang sempit seperti Hotel Neo di mana semula adalah dua pintu ruko dan dipakai untuk bengkel motor. Tapi setidaknya sejak awal merancang pembangunannya, mestilah dipikirkan kepentingan parkir tamu. Kalau mau, mestinya masih bisa unit parkir 2 atau 3 lantai,” kata sumber teraju ini.

Pihak Deni Amirudin, yang merupakan keluarga besar SDN 01 memandang bahwa “ada main mata” antara Walikota dengan pengusaha. Dalilnya adalah pelanggaran perizinan. Untuk itu pula, kenapa realitas politik di DPRD Kota Pontianak terbelah dua.Ada yang pro dan kontra. Di mana yang pro mengakui tanah aset Pemkot telah menjadi kewenangan Pemkot untuk mengelolanya secara produktif tanpa mengorban kepentingan pendidikan, namun yang kontra melihat sama. Ada main mata sang Walikota menjelang Pilkada.

Walikota Sutarmdiji sendiri dikenal warga sebagai figur yang piawai dengan masalah-masalah hukum. Dia bahkan tangkas, dan terigas. Sejumlah polemik hukum dilawannya dengan keras. Dalam banyak kasus, pria yang akrab disapa Bang Midji ini justru tampil sebagai pemenangnya.