Apakah elektabilitas bang Midji yang sejauh ini di atas sejumlah nama lain yang bersiap diri maju ke Pilgub itu akan menurun? Kita lihat bagaimana ketangkasan hukum dan politik bisa dimainkan oleh Sang Walikota.
“Saya yakin Pak Wali sudah punya pertimbangan matang,” kata politisi Nasdem, Rusliansyah D Tolove. Begitupula dengan Ketua Himpunan Pengusaha Kahmi, Ato Ismail, ST. “Saya tidak pro dan kontra pada kebijakan Walikota Sutarmidji, namun pada pundak top eksekutif melekat banyak tugas. Selain sektor pendidikan yang harus diselamatkan, juga iklim investasi. Soal segel menyegel jangan jadi model, nanti investor lari dan lapangan kerja tak terbuka untuk kota jasa Bumi khaTULIStiwa. Di sini angka pengangguran lebih dari 5%. Ini besar,” ungkapnya seraya memberikan solusi sekolah dan gedung parkir satu atap, persis gedung BP2T maupun Dispenda yang dirintis Bang Midji.

Dalam pandangan Ato Ismail, Walikota Sutarmidji yang menyandang banyak prestasi diuji dengan kepiawaiannya menjalin komunikasi sehingga polemik Hotel Neo-SDN 01 dapat dipungkasi dengan “win-win” solusi. Dan jika Bang Midji bisa “memenangkan” kembali pertarungan hukum ini, maka kepiawaiannya sebagai “Walikota yang tidak biasa” kembali ditabalkan oleh ujian zaman. Dan justru bisa menjadi bahan kampanyenya di lapangan dalam memenejemeni kota sehingga tampak modern sekaligus memancing tepuk tangan membahana.
Soal besok akan terjadi apa, wallahu a’lam bish showab. hanya Tuhan yang bisa menjawab. (Nuris)