Berita

Rumoh Aceh: Pelajaran untuk Rumah Adat Kalbar

Rumoh Aceh: Pelajaran untuk Rumah Adat Kalbar
Foto: bagian bawah rumah Aceh

Oleh: Yusriadi

Sebuah rumah kecil berdiri di antara gedung kokoh di Kampus UIN Arraniry, Aceh. Tidak terlalu jelas terpantau dari jalan utama yang membelah kampus.
Namun, rumah kecil itu mencuri perhatian saya, setelah secara tak sengaja tersesat kala mencari lokasi perlombaan.
Waktu itu, saat saya mencari tempat seorang satpam memberitahukan bahwa tempat yang saya cari itu masih jauh.
“Nanti ke sana, belok, terus…di sana nanti ada rumah adat. Nah di samping itu gedungnya,” kata beliau.

Soal rumah adat Aceh di kampus saya memang tidak tahu. Belum sampai informasi bahwa sehari sebelumnya rumah yang disebut “Rumoh Aceh”, diresmikan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Syaefuddin. Maklumlah, tidak membaca media. Tidak ada juga info di kalangan kami, peserta dari Kalbar. Lagi pula saya belum berjalan-jalan di kampus dan belum melihat banyak hal.
Walhal, tibalah saya di lokasi rumah adat itu. Sebuah rumah yang kecil dan tua. Sebuah rumah yang benar-benar nyata dan pernah dipakai salah satu keluarga.

Menurut Rahmad, pemuda yang siang itu bertugas menunggu tamu di Rumoh Aceh, Rumoh Aceh ini berumur 80 tahun, milik Tk. Ishak Abdullah. Anaknya yang bernama Sakinah Ishak, kemudian mewakafkan rumah itu kampus.