teraju.id, Merdeka Utara— Secara mendadak, Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas lewat tengah malam, Sabtu (05/11). Tak berapa lama, Jokowi menggelar jumpa pers terkait kebijakan pemerintah menyikapi demo terbesar sepanjang sejarah republik ini. Demo yang diikuti hampir setengah juta orang.
Agenda utama demonstrasi 4 November tersebut ialah kekecewaan umat Islam atas sikap pemerintah yang lamban memproses petahana Gubernur DKI Jakarta, Ahok. Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, menurut para pendemo, telah melakukan penistaan agama. Sebagaimana diketahui, Ahok dalam salah satu pidatonya mengatakan: “Jangan mau dibohongi pakai Al maidah 51”. Pernyataan ini menjadi bola liar yang mencapai puncaknya pada 4 November.
Banyak pihak yang menyayangkan ketidakhadiran Presiden saat massa berdemo di depan istana negara. Fadli Zon malah menuding Presiden Jokowi melecehkan umat Islam dan rakyat yg berunjuk rasa. Meski Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, mengklarifikasi bahwa sebenarnya 3-4 kali Presiden Jokowi berkoordinasi hendak kembali ke istana, tapi karena akses ke istana yang sulit, urung dilakukan.
Berikut transkrip pidato Presiden Jokowi menyikapi demo 4 November:
Bismillahirahmanirahim,
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sebagai negara demokrasi, kita menghargai proses penyampaian aspirasi melalui unjuk rasa yang dilakukan pada hari ini. Dengan cara-cara yang tertib dan damai.
